MakassarNews

Dari Sampah Jadi Pangan, Urban Farming Jadi Ekonomi Rumah Tangga Hijau di Makassar

Appi menuturkan, sebagai kota besar, Makassar tidak memiliki lahan pertanian luas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Namun, berbagai solusi menopang pangan terus dilakukan.

“Karena itu, kita harus bisa memaksimalkan potensi yang ada melalui pertanian lahan sempit,” ujar Munafri.

Ketua Golkar Makassar itu menjelaskan, dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, Makassar perlu memiliki sistem ketahanan pangan yang tangguh dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, setiap gerakan warga harus mampu memberikan dampak positif terhadap upaya menjaga ketersediaan pangan di wilayah perkotaan.

BACA JUGA  Melinda Aksa: Program Talenta Kota Perkuat Fondasi Ekonomi Kreatif dan Regenerasi Perajin Muda Makassar

Lanjut dia, kegiatan seperti ini menjadi penting karena mengajarkan masyarakat bagaimana mengembangkan pola pertanian dan perikanan di lahan terbatas.

“Kita sudah melihat banyak kelompok tani dan kelompok wanita tani yang aktif di kota ini, dan hasilnya cukup baik,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Pemkot Makassar kini tengah mengintegrasikan sistem pengelolaan sampah terpadu dengan urban farming. Dalam sistem ini, sampah organik tidak lagi dibuang.

Tetapi diolah menjadi pupuk dan pakan bernutrisi tinggi yang mendukung aktivitas pertanian dan budidaya perikanan. Sehingga Pemkot Makassar, ingin sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi di setiap RT/RW.

BACA JUGA  Mariso Jadi Lokasi Hari ke-12 Jelajah Sampah Makassar 2025, Edukasi Lingkungan Semakin Dikuatkan

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4 5 6 7Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button