
“Hari ini teknologi pertanian sudah bisa melipatgandakan produksi. Saya ingin ini dimanfaatkan oleh anak muda. Jadikan urban farming sebagai peluang usaha baru yang memberi manfaat nyata,” serunya.
Tak hanya itu, Munafri juga mengarahkan agar kegiatan urban farming dikembangkan menjadi event ekonomi dan edukatif, seperti pameran hasil pertanian, perikanan, dan tanaman hias di taman-taman kota.
Ia ingin Makassar punya pameran seperti di Lapangan Banteng Jakarta. Di sana pamerannya sebulan penuh, semua produk pertanian dan dipamerkan.
“Kita bisa duplikasi di taman-taman kota. Kebutuhan tanaman hias dan ikan hias saat ini tinggi, itu peluang usaha yang besar,” jelasnya.
Munafri menegaskan bahwa keberhasilan program urban farming tidak bisa dijalankan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan sendiri, tetapi harus dilakukan melalui kolaborasi seluruh OPD, RT/RW, komunitas, dan pelaku UMKM.
“Semua harus bersinergi. Dinas pertanian tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi besar untuk menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.
“Ketika sistem ini berjalan, Makassar tidak hanya hijau, tapi juga mandiri secara ekonomi,” sambung Munafri, menutup arahan.





