
Sebanyak 20 kilogram narkotika berhasil disita dan dimusnahkan dalam kegiatan tersebut, dengan rincian 13 kilogram sabu, 1 kilogram cairan sintetik, dan 33.936 butir obat berbahan THD seberat 6 kilogram.
Pemusnahan dilakukan menggunakan mobil incinerator milik BNNP Sulsel, melalui sistem wet scrubber hingga menjadi uap air ramah lingkungan.
Munafri juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Makassar berkolaborasi dengan kepolisian dan BNN dalam pemberdayaan wilayah yang selama ini dicap sebagai kampung narkoba agar dapat bertransformasi menjadi kampung produktif.
“Kami akan turun langsung dengan beberapa model pemberdayaan agar wilayah-wilayah yang selama ini dikenal rawan, bisa menjadi kawasan yang lebih positif dan berdaya,” ujarnya.
Selain pengungkapan kasus narkotika, Munafri juga menyoroti keberhasilan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus penculikan anak di bawah umur bernama Balqis yang sempat meresahkan masyarakat.
Ia menyebut, fenomena tersebut menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap indikasi human trafficking.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau polisi, tapi tanggung jawab kita semua. Kami juga meminta pengawasan di bandara diperketat, terutama terhadap anak-anak yang bepergian tanpa pendamping orang tua,” imbaunya.





