
Momentum ini, kata dia, harus dimanfaatkan untuk memperkuat SDM agar Indonesia benar-benar siap menjadi negara maju pada tahun 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan.
“Bonus demografi ini hanya terjadi sekali dalam sejarah sebuah bangsa. Jika kita tidak memanfaatkannya dengan menyiapkan SDM yang unggul, maka bonus ini bisa berubah menjadi beban. Karena itu, pembentukan karakter dan ketahanan keluarga menjadi fondasi penting,” ujarnya.
Lebih lanjut, mantan Camat Ujung Pandang ini menjelaskan Dinas PPKB kini mengalami pergeseran fokus dari semula hanya mengendalikan jumlah penduduk menjadi memperkuat ketahanan keluarga dan menurunkan angka stunting.
Hal ini mencakup berbagai program edukatif seperti Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, hingga gerakan-gerakan berbasis masyarakat seperti GAKI.
“Peran ayah dalam keluarga sering kali terlupakan. Padahal, kepemimpinan dalam keluarga itu berada pada ayah. Banyak anak kehilangan figur ayah, meski secara fisik masih ada, karena tidak adanya komunikasi dan kedekatan emosional. GATI hadir untuk mengembalikan peran ayah sebagai teladan dan pembentuk karakter anak,” jelasnya.





