
“Pernikahan adalah momen sakral yang insya Allah hanya sekali seumur hidup. Karena itu, jadikanlah kesempatan ini untuk menampilkan budaya sendiri, yang kelak bisa menjadi kebanggaan dan warisan bagi anak cucu,” tambahnya.
Ketua FKPPI Sulsel itu juga memberikan masukan kepada Dinas Kebudayaan agar kegiatan serupa di masa mendatang menggunakan istilah lokal seperti “Etalase Perkawinan Makassar”, sehingga memperkuat identitas dan pemasyarakatan bahasa daerah.
Selain itu, ia mendorong agar kegiatan seperti ini tidak hanya terbatas di Kota Makassar, tetapi juga dapat diikutkan dalam ajang nasional.
“Insya Allah tahun depan akan ada event nasional Dekranasda Pusat di Makassar yang dihadiri seluruh ketua Dekranasda se-Indonesia. Ini bisa menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan budaya pernikahan Bugis-Makassar ke tingkat nasional,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Pattiware, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu dari tujuh rangkaian kegiatan peringatan HUT Kota Makassar ke-418.
Tujuannya antara lain untuk mempromosikan budaya pernikahan adat Makassar, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian warisan budaya, serta menjadi wadah apresiasi bagi pelaku seni dan budaya lokal.





