
“Kami akan membayar gajinya, sedangkan Pemerintah Kota cukup menyiapkan tempat tinggal dan fasilitas mengajar,” tambahnya.
India juga menawarkan pelatihan khusus (customized courses) yang dapat disusun sesuai kebutuhan Kota Makassar.
Misalnya, jika jika ingin mengirim 20 atau 40 orang dari berbagai instansi, maka pihak India dapat menyiapkan kelas khusus hanya untuk mereka.
“Beberapa provinsi di Indonesia sudah melakukan hal ini, dan hasilnya sangat baik,” ungkap Shashank.
Ia menambahkan bahwa sektor pelatihan yang ditawarkan sangat luas, mulai dari teknologi, tenaga kerja, UMKM, kesehatan, teknik, hingga pengembangan bisnis dan inovasi daerah.
Dalam suasana santai namun penuh makna, Shashank juga berbagi pandangan mengenai keberagaman bahasa dan budaya India, yang menurutnya bisa menjadi pelajaran penting dalam memperkuat semangat toleransi dan kebhinekaan di tingkat lokal.
“Kami dari India sangat beragam. Setiap negara bagian memiliki bahasanya sendiri. Kami memiliki sekitar 18 bahasa resmi,” tuturnya.
Dia mencontohkan bahwa, berbeda dengan Indonesia yang memiliki satu bahasa nasional, di India pemerintah daerah bekerja menggunakan bahasa lokal negara bagian masing-masing.





