Kedua, ia menekankan pentingnya penganggaran yang terukur. Pembangunan sistem digital harus mengikuti prinsip Value for Money agar setiap alokasi dana memberikan manfaat nyata bagi warga.
Ketiga, ia menggarisbawahi kualitas aplikasi sebagai faktor penentu keberhasilan. Layanan digital harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung serta mudah digunakan.
Ia menyebut aspek relatable dan reliable sebagai elemen kunci dalam pengembangan layanan digital publik.
Tantangan Literasi Digital dan Akses Masyarakat
Menurut dr. Udin, salah satu tantangan terbesar adalah memastikan aplikasi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga berpendapatan menengah ke bawah dengan tingkat literasi digital yang bervariasi.
Ia mengingatkan bahwa kemudahan penggunaan harus menjadi prioritas.
“Aplikasi harus diciptakan yang ramah buat masyarakat. Otentifikasi, notifikasi, dan verifikasi harus mudah, karena sebagian besar pengguna layanan publik adalah masyarakat yang mungkin tidak awam dengan sistem digital yang kompleks,” ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, DPRD mendorong strategi literasi digital yang melibatkan generasi muda, mulai dari pelajar SMA hingga mahasiswa, sebagai motor edukasi teknologi di lingkungan keluarga.





