
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar kembali melanjutkan rangkaian Jelajah Sampah Makassar 2025 yang memasuki hari ketiga dan dipusatkan di Kecamatan Tamalate pada Sabtu, 22 November 2025.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mewakili Wali Kota Makassar, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat pengelolaan sampah dari hulu ke hilir sebagai langkah strategis menuju kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan di Kecamatan Tamalate dihadiri oleh jajaran DLH Makassar, pemerintah kecamatan dan kelurahan, para Kasi Kebersihan, RT/RW, komunitas pegiat lingkungan, serta masyarakat setempat.
Sinergi lintas unsur ini menjadi elemen penting dalam membangun budaya sadar sampah dan mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Aksi bersih menjadi agenda awal pelaksanaan kegiatan, melibatkan seluruh unsur pemerintahan wilayah dan masyarakat. Dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sampah terpilah dengan rincian: 107,46 kg sampah organik, 10,28 kg sampah plastik, 7,68 kg kertas, dan 21,34 kg residu. Data ini menunjukkan semakin meningkatnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan Nurfitriani dan Akmal Idrus sebagai narasumber.
Dengan mengusung tema “Sampah ta tanggung jawab ta”, diskusi ini memperkuat edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang partisipatif, konsisten, dan berdaya guna.
Para narasumber menekankan bahwa perubahan perilaku dari lingkungan rumah merupakan fondasi utama membangun kota yang berketahanan terhadap permasalahan sampah.
Selain edukasi, kegiatan juga diramaikan dengan pameran produk daur ulang yang menampilkan karya komunitas dan UMKM, mulai dari kerajinan berbahan limbah hingga produk ramah lingkungan.
Pameran ini menjadi wadah untuk memperkenalkan praktik ekonomi sirkular yang tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Sebagai penutup, dilaksanakan Workshop Dapur & Herbal yang mengajak peserta mempraktikkan pengolahan bahan dapur dan tanaman herbal sebagai bagian dari pemanfaatan sumber daya rumah tangga yang berkelanjutan.
DLH Makassar menegaskan bahwa Jelajah Sampah Makassar 2025 merupakan momentum kolaboratif untuk memperkuat edukasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan menumbuhkan kesadaran kolektif dalam mengurangi produksi sampah.
Melalui langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, diharapkan visi Makassar sebagai kota hijau, sehat, dan bebas sampah plastik dapat terwujud.
Makassar bersih dimulai dari kita — dari rumah, dari lingkungan, dan dari kebiasaan sehari-hari. Dengan kebersamaan, masa depan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan bukan hanya harapan, tetapi kenyataan.
(*)





