BusinessNews

OJK Sulselbar Sebut Ekonomi Sulsel Tunjukkan Ketahanan,Triwulan III 2025 Tumbuh 5,01%

SOLUSIMEDIA.ID,MALANG– Kinerja ekonomi Sulawesi Selatan menunjukkan perkembangan yang relative stabil dan ketahanannya di tengah dinamika nasional dan global. Sejumlah indikator makro pada tahun 2025 mengisyaratkan bahwa fondasi ekonomi daerah tetap solid, ditopang oleh konsumsi masyarakat yang terjaga, aktivitas sektor riil yang stabil, serta peningkatan kualitas pembangunan manusia.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat- Moch. Muchlasin di hadapan para awak media saat media gathering memaparkan kondisi terkini perkembangan kinerja sector jasa keuangan di Sulalwesi Selatan pada  Q3 2025 yang  mencapai 5,01% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi Sulsel ini  ditopang oleh dua sektor utama dari sisi Lapangan Usaha, yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh 5,32% dengan andil PDRB sebesar 1,08, serta Sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang tumbuh 4,19% dengan andil 0,67.

BACA JUGA  Sinergi dan Kolaborasi OJK Sulselbar dengan Media Dorong Peningkatan Literasi dan Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan

Sementara dari sisi Pengeluaran, sumber pertumbuhan utama berasal dari Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang tumbuh 4,70% dengan andil 2,32 dan PMTB yang tumbuh 5,91% dengan andil 2,24. Sementara itu, pada PK-P terjadi kontraksi –0,48% sebagai dampak kebijakan pemotongan transfer dana pemerintah pusat (TKDD).

Tingkat kemiskinan Sulsel menunjukkan  tren menurun di angka 7,60% per Maret 2025, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional (8,47%), dan IPM konsisten berada pada kategori tinggi (75,18 per 2024). Namun, kondisi ketimpangan tetap menjadi perhatian karena Gini Rasio menunjukkan angka moderat (>0,3)

BACA JUGA  Dorong Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan , OJK Sulsel Sulbar Bersama BPS Kembali Gelar SNLIK 2025

Sementara itu kinerja perbankan di Sulawesi Selatan pada posisi September 2025 masih menunjukkan pertumbuhan positif meskipun dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat. Total Aset, DPK, dan Kredit perbankan tumbuh masing-masing sebesar 5,05%, 7,51%, dan 4,04% (yoy).

Kinerja intermediasi relatif cukup tinggi dengan LDR 120,35% namun tetap didukung dengan kualitas kredit atau NPL di level yang terkendali yaitu 3,66%. (*)

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button