
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Jelajah Sampah Makassar 2025 memasuki hari kelima dengan pelaksanaan kegiatan di Kecamatan Ujung Pandang, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Andi Muhammad Yasir, yang kembali menegaskan pentingnya budaya pemilahan sampah dari rumah tangga sebagai langkah strategis untuk mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar beserta jajaran, Camat Ujung Pandang, unsur Tripika Kecamatan Ujung Pandang, lurah se-Kecamatan Ujung Pandang, para Kasi Kebersihan, RT/RW, serta satgas kebersihan kecamatan.
Sinergi antar unsur pemerintah dan masyarakat menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat gerakan sadar sampah di tingkat kecamatan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan aksi bersih yang melibatkan jajaran pemerintah kecamatan, lurah, RT/RW, dan para petugas kebersihan.
Dari aksi tersebut, terkumpul total 217,23 kilogram sampah organik dan anorganik. Angka ini menunjukkan besarnya potensi sampah rumah tangga yang dapat ditangani melalui pemilahan yang tepat.
Selain itu, diberikan apresiasi kepada Tokoh Inspiratif Pengelolaan Kebersihan serta Tokoh Paling Aktif dalam aksi bersih di kecamatan.

Penghargaan ini menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan berlanjut dengan talkshow menghadirkan Dr. Bau Asseng, Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Makassar, serta Marini Ambo Wellang dari Dewan Lingkungan Kota Makassar.
Mengusung tema “Sampah ta tanggung jawab ta”, talkshow ini mendorong peningkatan kesadaran publik akan pentingnya peran bersama dalam pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Acara juga diramaikan oleh partisipasi berbagai komunitas dan pegiat lingkungan, antara lain Green Youth Celebes Komunitas, Payabo, Marine Buddies Makassar, Rumah Kreasi Ceceng, serta Enzo (Ecoenzym) Manggala Tanpa Sekat.
Kehadiran komunitas ini menampilkan berbagai inovasi pengelolaan dan daur ulang sampah kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi Kecamatan Ujung Pandang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, komunitas, UMKM, dan seluruh lapisan masyarakat, kegiatan hari kelima ini memperkuat tradisi pemilahan sampah dari rumah tangga sebagai fondasi menuju Makassar yang bersih, hijau, dan nyaman.
(*)





