
Sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi lingkungan, panitia juga menggelar sesi talkshow yang menghadirkan perwakilan dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Tjing Ming Nelly, serta PPLH DLH Kota Makassar, Luthfi Diana Wati.

Diskusi ini mengangkat pentingnya edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor dalam menekan timbulan sampah rumah tangga serta memperkuat implementasi regulasi persampahan.
Selain itu, peserta kegiatan mendapat pengalaman tambahan melalui workshop dari Kebun Tetangga yang menampilkan pembuatan kudapan berbahan pewarna alami bunga telang, sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan.
Kecamatan Tallo kembali menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendukung pelaksanaan Jelajah Sampah Makassar 2025.
Melalui kerja sama antara pemerintah, komunitas, UMKM, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan terus menjadi gerakan kolektif untuk memperkuat langkah menuju terwujudnya Makassar Bebas Sampah 2029.
(*)





