
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Kondisi darurat sampah yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menghadirkan Festival Daur Bumi, membuka ruang kesadaran, aksi, dan harapan.
Festival ini menjadi ajakan bersama untuk membangun budaya bersih dan tata kelola sampah yang lebih modern serta berkelanjutan.
Salah satu pemerhati lingkungan yang aktif mempromosikan kegiatan peduli adalah Tjing Ming Nelly – Ketua INLA-International Nature Loving Association Sulsel.
Di temui di Festival Daur Bumi, Nelly mengatakan dalam perlu ada upaya secara terus menerus membangun kesadaran dan semangat masyarakat khususnya di Makassar dan Sulawesi Selatan untuk menjaga alam dan bumi yang saat ini dalam kondisi darurat sampah. Salah satunya melalui Festival Daur Bumi
“Kegiatan ini kita mengajak seluruh elemen masyarakat dari rumah tangga, dari lingkungan pekerjaan, tempat ibadah, pemerintah kita bersama pilah pilih sama dan daur ulang sampah menjadi hal hal yang bermanfaat,” ujar Nelly (14/12)
Daur sampah di harapkan bisa mulai di lakukan di tingkat RT RW. Setiap rumah tangga di RT RW, kelurahan, kecamatan dapat memilah sampah dari sampah non organik seperti plastik, kertas, botol kaca dapat di masukkan ke bank sampah.
Sementara sampah organik dapat di olah menjadi kompos, voc atau ecoenzym untuk bisa bernilai ekonomi.
“Jadi tidak semua sampah harus dibawa dan berakhir ke TPA yang saat ini sdh over kapasitas,” ucapnya.
Tjing Ming Nelly-Ketua INLA Sulsel berharap festival daur bumi ini menjadi salah satu ruang diskusi semua kalangan dalam memperkuat budaya peduli lingkungan menuju Makassar Kota Bebas Sampah 2029.
Sebelumnya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa “Festival Daur Bumi” merupakan bagian penting dari perjalanan panjang menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Festival Daur Bumi 2025 ini bukan sekadar perayaan kreativitas dalam mendaur ulang sampah. Ini adalah bagian penting dari perjalanan besar kita menuju Makassar Bebas Sampah 2029,” pesan tegas Munafri.
Pada kesempatan itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, juga menegaskan festival ini dirancang sebagai momentum kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
(*)





