
Ketua KPU Sulawesi Selatan, Hasbullah, menekankan bahwa pemutakhiran data pemilih bukanlah proses instan, melainkan kerja panjang yang melibatkan seluruh KPU kabupaten/kota.
Menurutnya, rekapitulasi di tingkat provinsi merupakan akumulasi dari kerja berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan dan keakuratan daftar pemilih tetap (DPT).
“Setiap data yang ditetapkan telah terverifikasi melalui Penelitian dan Pencocokan Terbatas (Coktas). Ada yang menarik di Kabupaten Bantaeng di desa Labbo Kecamatan Tompobulu, ada warga yang meninggal berdasarkan data sensus dan ditemukan fakta orang tersebut masih hidup. Ini hanya sebagian kecil dari tantangan teman-teman kabkota dalam proses Coktas terbatas tapi semaksimal mungkin melakukan verifikasi dengan baik,” ujarnya dihubungi secara terpisah.
Sementara itu, Romy Harminto kembali menegaskan bahwa meskipun verifikasi PDPB dilakukan secara terbatas, upaya yang dijalankan tetap optimal dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Kami menerima pengaduan, masukan dari Masyarakat maupun Bawaslu, memanfaatkan simpul-simpul Masyarakat sipil, aktif di kegiatan car free day dan event-event sosialisasi seperti jadi Pembina Upacara setiap senin di sekola-hsekolah untuk menyasar pemilih baru tujuannya untuk menjemput bola sekaligus menyampaikan ke masyarakat luas tentang kegiatan PDPB,” ucapnya.





