
Lebih lanjut, oleh sebab itu, Appi mengajak IDI Cabang Makassar, untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, khususnya dalam percepatan penurunan stunting.
Selain itu, ia juga menekankan, pentingnya digitalisasi dan transformasi layanan kesehatan untuk mempermudah akses masyarakat.
Ia mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi layanan kesehatan agar warga Makassar semakin mudah mendapatkan layanan.
Tak kalah penting, Munafri menekankan perlunya edukasi promotif dan preventif kepada masyarakat.
“Kita ingin membangun kesadaran agar masyarakat tidak hanya berobat saat sakit, tetapi hidup sehat agar tidak sakit,” imbuh ketua IKA FH Unhas itu.
Munafri menegaskan bahwa sektor kesehatan memiliki dampak luas terhadap pembangunan daerah, termasuk dalam menarik investasi.
Investor tidak hanya melihat infrastruktur jalan atau bangunan, tetapi juga infrastruktur kesehatan, rumah sakit, dan kualitas dokter.
Jika kesehatan masyarakat kita baik, investasi akan datang, dan pertumbuhan ekonomi akan berjalan.
Politisi Golkar itu menyebutkan, pada tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mencapai 5,39 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan provinsi. Inflasi pun masih terjaga di angka 2,7 persen.





