
“Kami memiliki obyek penyu belimbing, terbesar di dunia. Tapi belum dikenal. Perlu dijajaki kemungkinan untuk menempatkan pariwisata Tambrauw sebagai sub sistem dalam ekosistem pariwisata Raja Ampat yang sudah sangat populer,” kata Abraham.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tambrauw, mengharapkan ada integrasi dari Kajian Percepatan yang dilakukan bersama ini dengan Rencana Pembangunan Daerah lainnya.
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Tambrauw, Mousche Woria, selanjutnya memberi beberapa catatan untuk percepatan pembangunan ekonomi Tambrauw. Untuk sektor pariwisata perlu dibuka ruang bagi wisata minat khusus.
Sementara untuk sektor pendukung lainnya, perlu optimalisasi distribusi data dan informasi tentang Tambrauw melalui internet.
“Sekarang orang-orang di seluruh dunia mencari apa saja melalui internet. Informasi mengenai Tambrauw sangat tertinggal, masih data lama. Kita perlu memikirkan juga hal ini,” tutup Mousche.
Pada kesempatan ini, para peserta juga membahas beberapa kebutuhan perencanaan pembangunan daerah, seperti Kajian Risiko Bencana.
(*)





