
Dia menekankan bahwa perawat adalah pilar utama sekaligus sistem pendukung yang sangat melekat dalam pembangunan kesehatan.
Tantangan kesehatan di Kota Makassar, seperti tingginya angka HIV, stunting, serta persoalan sosial dan kesehatan lainnya, membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat.
“Pembangunan kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Indeks pembangunan kesehatan masih perlu kita perbaiki bersama-sama,” jelasnya.
Munafri juga memberikan apresiasi atas kemandirian DPD PPNI Kota Makassar, yang mampu menghadirkan sekretariat melalui pengadaan internal organisasi. Menurutnya, hal ini menunjukkan independensi dan kematangan organisasi profesi.
“Gedung ini bukan sekadar monumen, tetapi harus menjadi pusat lahirnya perawat-perawat profesional yang terus meningkatkan kompetensi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi profesi kesehatan, termasuk PPNI, dalam penanganan stunting, layanan kesehatan gratis, penguatan tanggap darurat dan kebencanaan, serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.





