
Berbeda dengan 2025, kondisi keuangan dinilai jauh lebih sehat. Dari target dividen awal sebesar Rp932 juta, kini PD Parkir Makassar mampu meningkatkan proyeksi dividen menjadi lebih dari Rp2 miliar.
Berdasarkan Rencana Kerja Perusahaan (RKP) Perumda Parkir Makassar, target pendapatan tahun 2026 ditetapkan sekitar Rp2 miliar lebih, dengan dividen sebesar Rp2,1 miliar.
Namun angka tersebut masih berpotensi meningkat jika efisiensi operasional terus diperkuat.
“Kalau efisiensi bisa ditingkatkan lagi, nilainya bisa lebih dari itu. Mohon doanya agar 2026 berjalan lancar dan prestasinya harus lebih baik dari tahun ini,” kata Syafri.
Syafri juga menyebutkan, lonjakan signifikan dividen yang dicapai. Pada 2024, dividen yang disetor hanya sekitar Rp32 juta, sedangkan pada 2025 pihaknya optimis dapat mencapai Rp2 miliar, meski target resmi Rp1,9 miliar.
Dia menjelaskan, kebocoran pendapatan yang selama ini terjadi secara bertahap mulai ditutup, terutama pada rantai pengelolaan parkir di lapangan.
“Kebocoran dari jukir ke kolektor perlahan sudah mulai kami hilangkan. Begitu juga di beberapa wilayah umum yang selama ini rawan kebocoran, pelan-pelan sudah kami tertibkan,” ujarnya.





