
Dari total sekitar 1.700 juru parkir yang masih tersisa, Andi Ryan menegaskan bahwa pada tahun 2026 Perumda Parkir akan melakukan reinvent secara menyeluruh terhadap sistem dan pola kerja jukir di Kota Makassar.
“Pada 2026 kami akan melakukan reinvent secara keseluruhan. Sehingga ke depan jukir tidak hanya menarik retribusi, tetapi juga mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain pembenahan sumber daya manusia, Perumda Parkir juga menyiapkan langkah strategis dalam penataan dan pengelolaan kawasan parkir.
Andi Ryan mengungkapkan bahwa pada 2026, pihaknya berencana kembali mengelola sejumlah kawasan strategis, termasuk anjungan Pantai Losari dan Pantai Rung.
“Di 2026 kami akan mengelola kembali anjungan Pantai Losari, termasuk Pantai Rung. Saat ini kami sudah mulai melakukan maintenance kembali,” ungkapnya.
Langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan ruang parkir yang lebih tertata, efektif, dan mendukung kenyamanan pengunjung di ruang publik. Tujuannya agar ruang-ruang parkir di Kota Makassar bisa menjadi jauh lebih efektif.
Terkait pengembangan infrastruktur, Andi Ryan menyebutkan bahwa Wali Kota Makassar juga telah menyampaikan harapannya agar Perumda Parkir ke depan mampu membangun gedung parkir sebagai solusi jangka panjang atas keterbatasan ruang parkir di pusat kota.





