
Syafri menilai, potensi sesungguhnya dari sektor parkir di Kota Makassar sangat besar. Jika sistem pengelolaan parkir sepenuhnya masuk ke digitalisasi, pendapatan bisa meningkat jauh lebih signifikan.
“Kalau sudah digital, potensi Rp20 miliar sangat mungkin dicapai, bahkan ratusan miliar pun bisa. Tapi tentu harus bertahap, karena perlu proses belajar dan kesabaran dalam menghadapi kondisi Kota Makassar,” pungkasnya.
Selain itu, Perumda Parkir Makassar, terus mematangkan langkah strategis dalam membenahi sistem perparkiran di Kota Makassar.
Direktur Operasional Perumda Parkir Makassar, Andi Ryan Adrianto, menyampaikan bahwa hingga akhir 2025, pihaknya telah mencatat sejumlah capaian penting yang akan menjadi fondasi penguatan layanan di tahun 2026.
Andi Ryan menjelaskan, sepanjang 2025 Perumda Parkir telah memberikan sertifikasi kepada hampir 200 juru parkir (jukir) yang telah diresmikan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor parkir.
“Hingga hari ini, dan ini juga menjadi proyeksi kami sampai tahun 2026, kami telah memberikan sertifikasi kepada kurang lebih hampir 200 jukir,” ujar Andi Ryan.





