
“Kami berterima kasih kepada Pak Wali, karena sudah hadir langsung di lokasi ini,” ujarnya.
Namun Akbar menegaskan, masyarakat tetap menolak kehadiran PLTSa di dekat permukiman mereka.
Penolakan tersebut bukan terhadap program PSEL secara keseluruhan, melainkan terhadap lokasi pembangunan.
“Sampai detik ini, dan sampai kapan pun, kami tidak akan menerima PLTSa atau PT SUS hadir dekat kami. Kami cuma menolak lokasinya, Pak Wali,” tegasnya.
Ia menambahkan, warga mengkhawatirkan dampak lingkungan dan kesehatan jangka panjang.
“Kami dari masyarakat ingin persoalan ini terbuka dan tidak ada yang disembunyikan. Karena kami dan anak-anak kami yang akan menanggung akibatnya sampai 30 tahun ke depan,” ungkap Akbar.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri didampingi Camat Tamalanrea M. Iqbal, Lurah Parangloe Ali Topan, Lurah Bira Andi Zakaria Razak, tokoh masyarakat, serta perwakilan PT Sarana Utama Synergy.
(*)





