
Penambahan fitur pariwisata, jelas Munafri, merupakan bagian dari tahapan pengembangan Lontara+. Aplikasi ini ke depan tidak hanya difokuskan pada sektor pariwisata, tetapi akan terus diperluas ke berbagai layanan strategis lainnya.
“Setelah fitur pariwisata, kita akan menambah layanan pendidikan, kesehatan, kependudukan, dan layanan publik lainnya, sehingga pada saatnya seluruh informasi dan layanan utama Kota Makassar bisa diakses hanya dari satu smartphone,” tambahnya.
Dengan hadirnya fitur pariwisata, Munafri berharap aplikasi ini dapat memudahkan masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah dalam merencanakan aktivitas di Makassar, mulai dari penentuan rute, destinasi wisata, hingga kuliner.
“Bukan hanya untuk warga Makassar, tetapi juga untuk orang luar yang ingin datang ke Makassar. Mereka sudah bisa menentukan mau ke mana dan mau ngapain lewat aplikasi ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, A. Hendra Hakamuddin, menjelaskan bahwa pengembangan fitur pariwisata dalam Lontara+ sejalan dengan prioritas strategis pembangunan Kota Makassar, khususnya pada penguatan seni, budaya, dan pariwisata.





