
Hendra menjelaskan bahwa terdapat beberapa segmen utama pengguna layanan pariwisata di Kota Makassar. Mulai dari warga Makassar yang ingin berwisata lokal, wisatawan domestik dari luar daerah, budget traveler, milenial traveler dan Gen-Z travel yang terbiasa merencanakan perjalanan secara digital.
Selain itu terdapat segmen pengguna keluarga dengan anak, atau dengan lansia, atau dengan kelompok rentan. Terakhir segmen pengelola destinasi tempat wisata.
“Kami merancang Lontara Plus agar mampu menjawab kebutuhan setiap segmen tersebut. Karena karakter dan kebutuhan pengguna berbeda-beda, maka pendekatan layanan digitalnya juga harus disesuaikan,” jelasnya.
Melalui pendekatan berbasis kebutuhan pengguna tersebut, Hendra berharap Lontara+ tidak hanya menjadi platform informasi, tetapi juga sarana perencanaan dan akses layanan pariwisata yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Atensi pemerintah kota terhadap keluarga dan kelompok rentan menunjukkan komitmen kami untuk mendorong kepariwisataan Kota Makassar yang inklusif, vramah bagi semua kalangan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tutup Hendra.





