
Sehingga, potensi alumni tersebut dinilai sebagai kekuatan strategis AIPIM untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial, moral, dan spiritual masyarakat.
“Potensi alumni inilah yang menjadi kekuatan strategis AIPIM untuk terus berkontribusi nyata bagi masyarakat. Pembangunan yang kuat tidak hanya berbicara soal fisik, tetapi juga pembangunan karakter, moral, dan spiritual,” tegasnya.
Munafri juga menegaskan bahwa pembangunan yang kuat tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi harus disertai dengan pembangunan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, sangat terbuka untuk membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi alumni pesantren, sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Ia berharap pengurus AIPIM periode 2025–2030 dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kota Makassar yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Makassar siap bersinergi dengan AIPIM dalam mendukung pembangunan Kota Makassar yang kita cintai,” tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah, menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada jajaran Pengurus IAPIM yang baru saja dikukuhkan agar dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing.





