
Selain aspek legalitas, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini juga menekankan kebersihan sebagai indikator utama kualitas pengelolaan masjid. Ia menyebut toilet masjid sebagai cerminan kepedulian pengurus terhadap jamaah.
“Kalau toiletnya tidak bersih, bagaimana kita bisa berharap jamaah merasa nyaman. Kebersihan masjid ini sifatnya fundamental,” tegasnya.
Lebih lanjut, Appi mengingatkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat penyelesaian persoalan sosial, ruang komunikasi warga, dan tempat interaksi masyarakat sekitar.
Karena itu, ia mengingatkan agar pengurus masjid yang baru saja dilantik benar-benar hadir dan berperan nyata, bukan sekadar tercantum dalam surat keputusan.
Appi juga mendorong masjid menjadi ruang pembinaan generasi muda dengan pendekatan yang ramah anak. Menurutnya, anak-anak tidak boleh dijauhkan dari masjid hanya karena perilaku mereka yang masih wajar.
“Biarkan anak-anak bermain di halaman masjid. Jangan dimarahi terus-menerus, karena merekalah generasi penerus yang kelak akan memakmurkan masjid,” ujarnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, Munafri mengingatkan agar masjid benar-benar dipersiapkan sebagai pusat kegiatan keagamaan, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan di sekitar masjid. Ia mengajak lurah, RT, dan RW untuk bersinergi menjaga kenyamanan akses menuju masjid.(*)





