
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Kondisi kolesterol jahat tinggi (LDL) dan kadar gula darah yang meningkat kerap disebut sebagai silent killer karena dapat berkembang tanpa gejala jelas, namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada kesehatan jantung dan pembuluh darah jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.
Para pakar kesehatan menjelaskan bahwa kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dapat menumpuk pada dinding arteri, memicu terbentuknya plak, menyempitkan pembuluh darah, dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner serta stroke.
Kondisi ini sering kali baru terungkap ketika seseorang menjalani pemeriksaan darah rutin atau ketika penyakit kardiovaskular sudah mencapai tahap lanjut.
Begitu pula dengan kadar gula darah tinggi, yang merupakan ciri khas gangguan metabolik seperti diabetes.
Gula darah yang terus terangkat dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil dan besar, mempercepat proses aterosklerosis, serta meningkatkan risiko serangan jantung dan komplikasi jantung lainnya.
Gabungan antara kolesterol tinggi dan gula darah tidak terkontrol seringkali memperburuk kondisi jantung tanpa disadari penderitanya.
Istilah silent killer mencerminkan bahaya laten dari kedua kondisi ini karena banyak penderitanya tidak merasakan gejala awal yang spesifik, sehingga risiko komplikasi meningkat seiring waktu tanpa pemeriksaan medis berkala.
Pemeriksaan kesehatan secara rutin, termasuk pengecekan profil lipid untuk kolesterol serta tes gula darah, menjadi langkah penting untuk mendeteksi secara dini dan menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular.
Dokter menyarankan masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup sehat sebagai strategi pencegahan utama.
Perubahan pola makan seperti mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula, meningkatkan asupan buah serta sayuran, serta rutin berolahraga dapat membantu menjaga kadar kolesterol dan gula darah dalam batas aman.
Selain itu, pengendalian berat badan dan pemeriksaan kesehatan berkala adalah langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit jantung yang berpotensi fatal.
(*)





