
Menurutnya, lansia yang mampu mengelola emosinya dengan baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan, memiliki semangat yang lebih tinggi, serta tetap aktif dan produktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui materi dimensi emosional, para peserta diajak untuk memahami berbagai perubahan psikologis yang dapat terjadi seiring bertambahnya usia.
Mereka juga diberikan pemahaman tentang cara mengendalikan stres, menjaga pikiran tetap positif, serta memperkuat kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi dalam kehidupan.
Selain menjadi sarana pembelajaran, Sekolah Lansia Pangngurangi juga berperan sebagai wadah interaksi sosial yang memungkinkan para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan mempererat hubungan antar sesama lansia.
Interaksi yang terjalin diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan meningkatkan rasa percaya diri para peserta.
DPPKB Kota Makassar terus mendorong pengembangan Sekolah Lansia sebagai ruang belajar sepanjang hayat yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga mencakup aspek psikologis, sosial, spiritual, dan kemandirian.





