
Bantuan tersebut terdiri dari sejumlah peralatan gymnasium senilai sekitar Rp7,96 miliar, mencakup perangkat latihan fisik seperti skill run live, dumbbell, barbell, serta berbagai alat penunjang kebugaran lainnya.
Selain itu, dukungan di bidang sport science senilai sekitar Rp2,48 miliar diberikan berupa perangkat Catapult dan Cardiopulmonary Exercise Test yang memungkinkan evaluasi performa atlet secara ilmiah dan terukur.
Total dukungan fasilitas yang diterima PBSI mencapai lebih dari Rp10 miliar, yang diproyeksikan untuk meningkatkan kualitas latihan atlet Pelatnas PBSI secara menyeluruh dan berkesinambungan menjelang Olimpiade LA 2028.
Komponen sport science diharapkan dapat membantu perumusan program latihan berdasarkan data performa atlet, sehingga pendekatan pembinaan menjadi lebih profesional dan hasilnya optimal.
Fadil Imran menekankan bahwa fasilitas yang diberikan bukan sekadar pengadaan alat semata, melainkan merupakan bagian dari transformasi pembinaan prestasi yang terstruktur, ilmiah, dan berorientasi pada pengembangan atlet dalam jangka panjang.
Seluruh peralatan yang diterima akan dikelola dengan prinsip profesionalisme dan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.





