
Pelatihan ini dirancang secara komprehensif agar peserta dapat bereaksi tepat saat menghadapi situasi darurat, seperti kebakaran atau kejadian tidak terduga lainnya.
Selain aspek praktik darurat, acara juga diisi dengan lomba cerdas cermat seputar prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan wawasan peserta, tetapi juga memperkuat internalisasi budaya K3 secara lebih partisipatif dan menyenangkan.
Unhas berharap bahwa momentum Bulan K3 ini mampu menginspirasi seluruh sivitas akademika untuk menjadikan keselamatan kerja sebagai bagian dari budaya kampus yang diterapkan setiap hari, tidak sekadar seremonial tahunan.
“Melalui pelatihan P3K dan pemadam kebakaran, kami mendorong peningkatan kapasitas Satpam Unhas, agar mampu menangani potensi bahaya dan risiko kerja secara tepat dan cepat. Hal ini sekaligus mendukung penguatan budaya K3 di lingkungan Universitas Hasanuddin,” ujar Prof. Lalu.
(*)





