
Komisioner KND RI, Eka Prastama Widiyanta, menyampaikan bahwa kunjungan ke Unhas ini bertujuan untuk memperoleh informasi serta melihat secara langsung implementasi perguruan tinggi yang inklusif di Universitas Hasanuddin.
“Kami ingin mendalami peran Pusat Disabilitas dalam mendukung proses pembelajaran. KND memberikan penguatan dan pemahaman, sekaligus mendorong inovasi teknologi pendukung, seperti fasilitas akses dan sarana pembelajaran, agar mahasiswa difabel dapat belajar secara mandiri dan Dosen Unhas juga lebih terbantu,” ungkap Eka.
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, menegaskan bahwa pembangunan Pusat Disabilitas Unhas merupakan langkah strategis.
Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman institusi terhadap dimensi disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan kampus.
“Kami membangun Pusdis agar universitas lebih memahami dimensi disabilitas dalam berbagai aspek, sekaligus menghadirkan layanan yang lebih profesional. Universitas harus menjadi contoh yang baik dalam proses pendidikan, pelayanan, dan pengembangan sumber daya manusia yang inklusif,” tegas Rektor.





