
Ilyas mengungkapkan, dari hasil pemantauan sementara ditemukan sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga di atas HET, salah satunya minyak goreng.
Melalui sidak ini, pemerintah daerah berharap dapat menemukan titik persoalan yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga tersebut.
Sementara itu, Perwakilan Badan Pangan Nasional RI, Gokma Simamora, menyampaikan bahwa kedatangannya ke Sulawesi Selatan didasarkan pada data yang menunjukkan adanya kenaikan harga bahan pokok strategis di tingkat konsumen pada beberapa kabupaten/kota.
“Kita datang di sini karena berdasarkan data yang kita peroleh terdapat beberapa kabupaten kota di tingkat konsumen itu berada di atas Harga Eceran Tertinggi Minyak Kita. Oleh karena itu kita datang ke sini untuk berkoordinasi dan bagaimana harga yang dikeluarkan oleh Distributor Mitra Abadi Jaya Sukses, apakah masih ada margin, apakah masih profit untuk untuk downline (tingkat retail),” jelasnya.
Setelah berdialog dengan distributor terkait, Gokma menyebutkan bahwa masih terdapat ruang margin keuntungan.
Namun, pihaknya menekankan pentingnya komunikasi aktif antara distributor dan pedagang tingkat ritel agar penjualan kepada konsumen dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan.





