HealthLifestyle

Menjaga Kebugaran di Bulan Ramadan: Olahraga yang Selaras dengan Ibadah Puasa

SOLUSIMEDIA.ID — Bulan suci Ramadan sebentar lagi akan tiba. Umat Muslim mulai mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah ini dengan menata pola hidup, mulai dari pengaturan waktu istirahat, asupan gizi, hingga kesiapan fisik agar tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

Ramadan identik dengan perubahan ritme kehidupan sehari-hari. Pola makan bergeser, jam tidur menyesuaikan, dan aktivitas fisik dilakukan dengan lebih selektif.

Meski demikian, olahraga tetap dianjurkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat selama Ramadan, selama dilakukan dengan cara dan intensitas yang tepat.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Ahmad Fauzan, SpKO, menjelaskan bahwa puasa bukan alasan untuk menghentikan aktivitas fisik sepenuhnya.

“Olahraga saat Ramadan tetap penting untuk menjaga kebugaran jantung, kekuatan otot, dan metabolisme tubuh. Kuncinya adalah memilih jenis olahraga ringan hingga sedang serta memperhatikan waktu pelaksanaannya,” ujarnya.

BACA JUGA  Plt Kepala DPPKB Kota Makassar Roadshow di Kecamatan Rappocini dan Tamalate

Jenis olahraga yang dianjurkan selama Ramadan antara lain jalan kaki, peregangan, yoga, serta latihan kekuatan ringan seperti squat atau plank dengan durasi terbatas.

Jalan kaki selama 20 hingga 30 menit dinilai paling aman dan mudah dilakukan oleh berbagai kelompok usia, baik menjelang berbuka puasa maupun setelah salat Tarawih.

Yoga dan peregangan juga menjadi pilihan yang banyak direkomendasikan karena membantu menjaga fleksibilitas otot serta memberikan efek relaksasi.

“Latihan yang bersifat low impact sangat cocok dilakukan saat puasa karena tidak membebani tubuh secara berlebihan,” tambah dr. Ahmad.

Dari sisi keagamaan, olahraga selama Ramadan juga dipandang sebagai bagian dari ikhtiar menjaga amanah tubuh.

BACA JUGA  Psikologi Ungkap 7 Ciri Orang yang Langsung Mencuci Cangkir Kopi Setelah Digunakan

Ketua Majelis Ulama Kecamatan setempat, Ustaz Muhammad Arsyad, menilai bahwa menjaga kesehatan sejalan dengan nilai-nilai Islam.

“Dalam Islam, tubuh adalah amanah. Selama tidak berlebihan dan tidak mengganggu ibadah, olahraga justru dianjurkan karena membantu seseorang menjalankan puasa dengan lebih baik,” tuturnya.

Terkait waktu, para ahli merekomendasikan olahraga dilakukan 30–60 menit sebelum berbuka puasa, setelah berbuka dengan jeda yang cukup, atau pada malam hari setelah Tarawih.

Sebaliknya, olahraga berat dengan intensitas tinggi, terutama di siang hari, sebaiknya dihindari karena berisiko menyebabkan dehidrasi dan kelelahan.

Dengan pengaturan yang tepat, olahraga dapat menjadi bagian dari persiapan menyambut Ramadan.

Tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga membantu tubuh dan jiwa lebih siap menjalani ibadah puasa secara optimal dan berkelanjutan.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button