
SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Fenomena ongkir murah di platform e-commerce perlahan mulai berakhir seiring perubahan strategi bisnis perusahaan marketplace di Indonesia.
Setelah bertahun-tahun memberikan promo gratis ongkir dan subsidi besar-besaran demi menarik pengguna, sejumlah platform kini mulai membebankan biaya logistik tambahan kepada penjual maupun konsumen.
Sejak awal Mei 2026, beberapa marketplace besar seperti Shopee dan Tokopedia mulai menerapkan penyesuaian biaya layanan logistik.
Kebijakan tersebut memicu keresahan di kalangan pelaku usaha online karena dinilai menambah beban operasional yang sebelumnya sudah terpotong komisi platform.
Salah satu pelaku usaha online, Dewi, mengaku harus menghitung ulang struktur biaya tokonya setelah adanya kebijakan baru tersebut. Menurutnya, tambahan biaya logistik sekecil apa pun tetap berdampak terhadap margin keuntungan usaha.
Ia memperkirakan, bila tambahan biaya mencapai Rp500 hingga Rp1.000 per transaksi, toko dengan puluhan pesanan per hari bisa menanggung biaya tambahan hingga ratusan ribu rupiah setiap bulan.
Kondisi itu membuat sebagian pelaku usaha mulai mempertimbangkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap marketplace dengan beralih ke media sosial atau membangun website mandiri.





