NasionalNews

Presiden Prabowo Tegaskan Arah Diplomasi Indonesia dengan Realisme dan Kehati-Hatian dalam Keterlibatan di Board Of Peace

SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri yang akan ditempuh Indonesia, khususnya terkait partisipasi negara ini dalam Board of Peace (BoP) sebagai salah satu mekanisme diplomasi untuk merespons konflik di kawasan Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan intensif bersama tokoh diplomasi, akademisi, praktisi internasional, serta anggota Komisi I DPR RI di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (4/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal memberikan pandangannya mengenai pendekatan yang ditempuh oleh Presiden Prabowo terkait keterlibatan Indonesia dalam inisiatif internasional tersebut.

“Kesan saya adalah beliau Presiden Prabowo itu mempunyai pendekatan yang realistis mengenai ini. Realistis dalam arti apa? Sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace, tidak ada opsi lain,” ujar Dino, menandai posisi strategis Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.

BACA JUGA  Taruna Ikrar Tanam Pohon di HUT ke-58 KADIN: Menjulang dalam Ekonomi,Membumi dengan UMKM,Mengakar pada Konservasi Mangrove

Dino juga menekankan bahwa upaya diplomasi melalui Board of Peace bukanlah sebuah formula instan untuk penyelesaian konflik, melainkan sebuah proses kompleks yang sarat risiko dan ketidakpastian.

“Tapi intinya ini adalah suatu eksperimen dan bukan obat yang ampuh, yang bisa menyembuhkan penyakit, segala penyakit. Dan saya melihat beliau realistis mengenai hal ini,” jelasnya, mencerminkan sikap hati-hati yang diterapkan Indonesia dalam berperan di forum internasional tersebut.

Lebih jauh, tokoh diplomasi itu juga mengapresiasi prinsip kehati-hatian yang ditegaskan Presiden Prabowo, khususnya dalam hal menjaga kepentingan nasional dan nilai-nilai dasar Indonesia.

“Yang saya paling suka dan ini align juga dengan posisi Foreign Policy Community of Indonesia adalah bahwa kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita,” tegasnya, menggambarkan bahwa Indonesia tetap memiliki kedaulatan penuh atas kebijakan luar negerinya.

BACA JUGA  Pelaku Usaha ASEAN Didorong Ambil Peran dalam Pembangunan Korea Utara demi Stabilitas Kawasan

Selain mendapat penilaian dari kalangan diplomasi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya mempertahankan sinergi dengan negara-negara mayoritas Islam lainnya dalam proses pelibatan di Board of Peace, sehingga arah kebijakan diplomasi Indonesia tetap mencerminkan kepentingan solidaritas dan kerja sama internasional demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di wilayah konflik.

Pernyataan Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya mengambil sikap yang tegas, tetapi juga melakukan pertimbangan strategis yang matang dan realistis, dengan prinsip kehati-hatian sebagai landasan utama kebijakan luar negeri dalam konteks penyelesaian konflik global melalui mekanisme diplomasi alternatif seperti Board of Peace.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button