
Ia menargetkan dalam lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, pelayanan publik harus benar-benar dirasakan masyarakat.
“Saya tidak mau lihat lagi ada warga susah berobat di Puskesmas, dan susah mendapatkan pekerjaan di Kota Makassar. Ini harus kita kerjakan bersama RT/RW,” tegasnya.
RT dan RW juga diminta aktif melaporkan persoalan di wilayah masing-masing kepada lurah dan camat. Menurutnya, RT/RW merupakan ujung tombak pemerintah dalam memantau kondisi lingkungan, mulai dari persoalan sosial hingga infrastruktur dasar.
Selain pelayanan publik, kebersihan lingkungan menjadi perhatian khusus dalam arahan tersebut.
Munafri meminta RT/RW serius mengelola sampah mulai dari sumbernya dan mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Makassar akan memberikan penghargaan bagi RT/RW terbaik pada akhir tahun dengan hadiah mencapai ratusan juta rupiah.
“Ini untuk menunjukkan bahwa kita serius menjaga lingkungan. Kebersihan adalah dasar dari kesehatan,” imbuhnya.
Munafri juga mengajak masyarakat rutin melakukan kerja bakti mingguan dan memanfaatkan bank sampah. Botol plastik bekas yang bernilai jual Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram dinilai dapat menjadi sumber tambahan pendapatan di tingkat RT.





