
Pemprov Sulsel menargetkan terwujudnya masyarakat yang aktif bergerak, sehat, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan.
Dukungan tersebut tercermin melalui kolaborasi lintas sektor, salah satunya melalui pelaksanaan senam massal sebagai simbol penguatan gaya hidup aktif.
Suherman menjelaskan, secara nasional kegiatan ini merespons tiga isu utama, yakni rendahnya tingkat aktivitas fisik masyarakat, meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes, serta perlunya penguatan kesadaran K3 di berbagai institusi. Ketiga isu tersebut menjadi dasar pengembangan strategi intervensi berbasis kampus.
“Unhas berhasil mengintegrasikan ketiga tantangan tersebut dalam satu gerakan besar: sehat, produktif, aman, dan berdaya saing. Universitas tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai laboratorium sosial untuk membangun model budaya kerja modern yang dapat direplikasi secara nasional,” jelas Suherman.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika Unhas untuk aktif bergerak setiap hari, dengan target minimal 10.000 langkah, senam, jogging, atau aktivitas fisik lainnya sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang berdampak langsung pada produktivitas kerja.





