
Mereka menyoroti bahwa setiap perubahan sepihak atas status administratif dan hukum wilayah itu akan semakin merusak prospek perdamaian dan stabilitas kawasan.
Selain kritik dari negara-negara Islam, sejumlah organisasi internasional dan kelompok hak asasi juga menyuarakan kekhawatiran serupa.
Mereka menilai bahwa langkah Israel bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang menolak aneksasi wilayah yang diduduki, serta dapat memperdalam konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.
Dengan respon keras dari Indonesia dan sejumlah negara Muslim lainnya, isu perluasan kendali Israel atas wilayah Tepi Barat diperkirakan akan terus menjadi sorotan diplomatik di forum internasional, termasuk di Dewan Keamanan PBB dan pertemuan para pemangku kebijakan global dalam beberapa pekan mendatang.
(*)





