
Laporta juga disebutkan menyatakan bahwa klub kini berada “dalam keadaan lebih baik daripada lima tahun lalu”, berkat kerja keras dan keputusan yang sulit namun mutlak diambil demi kepentingan klub secara keseluruhan.
Selain pencapaian administratif dan finansial, periode kepemimpinan Laporta juga diwarnai proyek besar seperti kerja mempercepat renovasi Spotify Camp Nou yang menjadi simbol kebangkitan kembali klub dan menarik dukungan dari komunitas internasional.
Dengan mundurnya Laporta, Barcelona memasuki fase penting lainnya dalam sejarahnya — yaitu persaingan pemilihan presiden yang akan menentukan arah klub dalam beberapa tahun ke depan.
Para anggota klub (socios) akan memilih calon pemimpin yang akan membawa Barcelona melanjutkan tradisi prestasi di pertandingan domestik maupun kompetisi Eropa.
(*)





