MakassarNews

Kelompok Peneliti Lalat Unhas Perkenalkan Lalat Buah sebagai Model Riset Strategis

“Model ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman ilmiah, tetapi juga membangun soft skills, kepemimpinan akademik, dan kapasitas implementasi riset di masing-masing institusi,” kata Mukarram.

Sebanyak 11 universitas di luar Unhas menyatakan minat terlibat, dengan 13 dosen perwakilan kampus dan sekitar 100 mahasiswa berlatar belakang Farmasi mengikuti kegiatan ini.

TRG UFRG menargetkan lahirnya kolaborasi riset lintas perguruan tinggi berbasis model lalat buah.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi Unhas, Prof. Muhammad Aswad, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt., menegaskan bahwa pemanfaatan Drosophila dalam riset memiliki nilai strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.

BACA JUGA  Unhas Latih UMKM Maros Manfaatkan AI untuk Pemasaran Digital

Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana berbagi praktik baik sekaligus memperkuat budaya riset kolaboratif.

Fakultas Farmasi Unhas sendiri memiliki sembilan TRG yang diarahkan untuk memperluas implementasi riset berbasis model organisme.

Pada sesi materi, Prof. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D., Apt., memaparkan topik “A Small Model for Big Questions: What Drosophila melanogaster Can Teach Us About Human Health, Disease, and Treatments.” Ia menjelaskan bahwa sekitar 75 persen gen manusia yang terkait penyakit memiliki pasangan fungsional pada Drosophila, dengan kesamaan struktur dan mekanisme seluler. Hal ini menjadikan lalat buah sebagai model efektif untuk memahami mekanisme penyakit dan pengembangan terapi.

BACA JUGA  Unhas Ambil Peran dalam WikiNusantara 2026, Soroti Pelestarian Bahasa Daerah

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button