
Ia menambahkan bahwa molekul microRNA (miRNA) memiliki dampak luas terhadap proses infeksi virus dan berpotensi membuka strategi pengendalian penyakit berbasis molekuler.
Sementara itu, Prof. Tim Weil dari University of Cambridge membawakan materi “Translational Regulation and Protein–RNA Condensates in Early Drosophila Development.”
Ia menjelaskan bahwa regulasi translasi dan pembentukan protein–RNA condensates pada tahap awal perkembangan embrio menjadi kunci memahami kontrol presisi informasi genetik. Distribusi mRNA determinan seperti bicoid dan gurken berperan penting dalam penentuan sumbu embrio.
Selain webinar daring, rangkaian Outreach 2026 akan dilanjutkan secara luring melalui praktikum Drosophila di Laboratorium Biofarmasi–Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Farmasi Unhas, yang diikuti 11 perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Unhas dalam memperluas jejaring dan memperkuat riset berbasis model organisme di Indonesia.
(*)





