
“Ini memang difokuskan pada pengolahan sampah plastik secara umum, tidak terbatas hanya pada botol atau gelas plastik,” bebernya.
Darwin berharap inovasi sederhana tersebut dapat menjadi contoh kreativitas warga dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Namun ia juga menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan aspek keamanan dan keberlanjutan sistem pengelolaan limbah.
“Inovasi kami warga tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah harus hadir dengan regulasi, pendampingan, dan sistem yang memastikan pengelolaan limbah berjalan aman dan berkelanjutan,” tukasnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung inovasi anak muda sebagai motor penggerak perubahan, sekaligus mendorong terwujudnya kota yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing melalui solusi kreatif dari masyarakat.
(*)





