
Di sisi lain, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM), Prof. Muammar Bakry selaku panitia seleksi turut memberikan masukan dalam pembahasan tersebut, menekankan pentingnya penyesuaian jadwal dengan momentum Ramadan.
“Pelaksanaan seleksi harus memperhatikan masa pendaftaran dan efektivitas waktu di bulan Ramadan. Karena itu, diusulkan pembukaan pendaftaran dilakukan setelah Ramadan agar prosesnya lebih optimal,” ujarnya.
Prof. Muammar juga menekankan pentingnya penguatan aspek pengembangan wakaf sebagai salah satu poin strategis dalam seleksi komisioner Baznas mendatang. Menurutnya, visi dan misi pengembangan wakaf perlu menjadi perhatian khusus dalam penilaian.
“Nanti visi dan misi pengembangan wakaf dapat dituangkan secara tertulis oleh bakal calon peserta sebagai bagian dari persyaratan seleksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam tahapan asesmen, Baznas pusat biasanya turut hadir untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan dan standar nasional.
Dengan masa jabatan komisioner saat ini yang berakhir pada Mei, Pemkot Makassar menargetkan seluruh tahapan seleksi dapat rampung tepat waktu sehingga tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di tubuh Baznas Kota Makassar.





