NasionalNews

OJK Nilai Bank Muamalat Indonesia Punya Daya Tarik Kuat di Tengah Pencarian Investor

SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA – Di tengah proses pencarian investor strategis yang masih berlangsung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Bank Muamalat pada dasarnya memiliki daya tarik yang kuat sebagai bank syariah tertua di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa saat ini Bank Muamalat masih berupaya memperkuat posisinya di pasar.

Namun, status historisnya serta dukungan basis masyarakat muslim yang luas menjadi nilai tambah tersendiri di mata investor.

“Bank ini relatively punya nasabah yang royal. Ini modal utama sebetulnya, sehingga sekarang banyak investor yang sedang melirik itu,” ujar Dian saat ditemui di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, OJK juga terus melakukan kajian terhadap prospek calon investor maupun pihak yang menyatakan minat untuk masuk ke Bank Muamalat. Proses tersebut membutuhkan waktu karena melibatkan berbagai pertimbangan strategis.

Dian mengakui bahwa wacana pengambilalihan kepemilikan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Bank Muamalat oleh investor baru sudah cukup lama bergulir. Namun, proses negosiasi antar pihak dinilai belum mencapai kesepakatan.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

“Bisa dikatakan negosiasinya ini belum sampai. Nanti mudah-mudahan ada progres, mudah-mudahan tidak terlalu lama,” katanya.

Sejak 2022, BPKH tercatat menguasai 82,69% saham Bank Muamalat. Kepemilikan tersebut melampaui batas maksimum 30% kepemilikan bagi badan hukum lembaga keuangan non-bank yang tidak diawasi dan diatur OJK, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 56/POJK.03/2016. Untuk memenuhi ketentuan tersebut, BPKH terus berupaya mencari investor baru.

Sebelumnya, dalam catatan Kontan, Bank Muamalat sempat menjajaki sinergi dengan Bank Tabungan Negara (BTN). Namun, rencana tersebut batal setelah melalui proses due diligence.

Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Indonesia, Hayunaji, menyatakan bahwa BPKH masih aktif menjajaki sejumlah calon mitra strategis.

BACA JUGA  Di Tengah Pengungsian Banjir, Munafri Hadir Menyapa dan Menguatkan Warga

“Yang kami ketahui, saat ini BPKH tengah menjajaki sejumlah strategic operating partner baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkap Hayunaji kepada Kontan, pekan lalu.

Ia menambahkan, kehadiran mitra tersebut diharapkan dapat bekerja sama dengan BPKH untuk memperkuat sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis Bank Muamalat.

Di sisi lain, BPKH sebagai pemegang saham pengendali disebut tetap berkomitmen mendukung penguatan kinerja Bank Muamalat, termasuk melalui kolaborasi dalam ekosistem haji.

Hayunaji juga menegaskan komitmen Bank Muamalat untuk menjadi bank yang berkelanjutan, sehat, dan memberikan manfaat optimal bagi nasabah serta masyarakat.

Secara kinerja, hingga September 2025 Bank Muamalat membukukan total aset sebesar Rp61,31 triliun, meningkat dari Rp60,02 triliun pada Desember 2024.

Namun, modal inti tercatat turun menjadi Rp3,78 triliun dari Rp3,87 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button