
Perayaan kebudayaan seperti Imlek menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi dan saling pengertian.
“Makassar adalah rumah besar bagi kita semua. Keberagaman adalah kekuatan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Kebersamaan malam ini mencerminkan semangat persatuan yang menjadi modal utama pembangunan,” ujarnya.
Melinda juga mengapresiasi kontribusi masyarakat Tionghoa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai peran aktif dalam sektor perdagangan, UMKM, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan telah memberikan dampak positif bagi dinamika pembangunan kota.
Acara perayaan diisi dengan pertunjukan seni budaya, doa bersama, serta ramah tamah antar undangan.
Interaksi yang terjalin mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
Momentum Imlek, lanjut Melinda, harus dimaknai sebagai energi baru untuk memperkuat solidaritas sosial.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun kolaborasi demi mewujudkan Makassar yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Perayaan yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi simbol kebersamaan warga Kota Makassar dalam merawat persatuan.





