Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Pasokan Minyak Dunia Terancam

Sebagian besar ekspor minyak mentah dari negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengalir melalui jalur ini. Konsultan energi dan pengapalan Vortexa memperkirakan sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar melintasi selat tersebut setiap hari.
Selain minyak, Qatar sebagai salah satu produsen gas alam cair (LNG) terbesar dunia juga sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk distribusi energinya.
EIA memperkirakan sekitar 82 persen pengiriman minyak mentah dan bahan bakar lain yang melintasi selat tersebut ditujukan ke konsumen di Asia.
Negara yang Berpotensi Terdampak
China, India, Jepang, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor energi melalui Selat Hormuz. Keempat negara tersebut secara kolektif menyumbang hampir 70 persen arus minyak mentah dan kondensat yang melewati jalur itu.
Gangguan pasokan dalam jangka panjang berpotensi memicu lonjakan harga energi global serta tekanan inflasi di berbagai negara pengimpor utama.
Di sisi lain, penutupan selat juga dinilai berisiko bagi Iran sendiri. Negara tersebut bergantung pada jalur laut untuk mengekspor minyak ke mitra dagangnya, terutama China.





