News

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Pasokan Minyak Dunia Terancam

SOLUSIMEDIA.ID — Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Langkah tersebut memicu kekhawatiran global mengingat selat ini merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.

Media berbasis Uni Emirat Arab, Gulf News, melaporkan sejumlah kapal di kawasan Teluk menerima siaran radio frekuensi tinggi dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Dalam siaran tersebut, kapal-kapal diperingatkan tidak akan diizinkan melintasi perairan Selat Hormuz.

BACA JUGA  Wali Kota Munafri Dorong Peran Aktif Pemuda Gereja Toraja Kawal Arah Pembangunan Makassar

Jalur Vital Energi Global

Secara geografis, Iran berada di pantai utara Selat Hormuz, memberi Teheran posisi strategis atas akses menuju selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Data dari U.S. Energy Information Administration (EIA) menyebut Selat Hormuz sebagai chokepoint transit minyak terpenting di dunia. Sekitar 20 persen konsumsi minyak global melewati jalur ini.

Mengutip laporan DW Indonesia, pada titik tersempitnya Selat Hormuz hanya memiliki lebar sekitar 33 kilometer, dengan jalur pelayaran di masing-masing arah sekitar 3 kilometer. Kondisi ini membuat lalu lintas kapal sangat padat dan rentan gangguan.

BACA JUGA  Empat Dekade Berlalu, Munafri Kembali Menjejak SD Cek Fasilitas Tempat Ia Bersekolah

Lihat Semua

1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button