
Selain diabetes, kromium juga dikaitkan dengan perbaikan gejala sindrom ovarium polikistik (PCOS), seperti resistensi insulin dan kadar testosteron. Namun, efeknya terhadap kolesterol dan hormon lain belum signifikan.
Suplemen kromium juga sering dikaitkan dengan klaim penurunan berat badan. Studi ilmiah menunjukkan bahwa efeknya sangat kecil, hampir tidak berbeda dengan plasebo.
Beberapa penelitian menyebut kromium mungkin membantu menjaga massa otot selama diet, yang bisa bermanfaat bagi orang dengan obesitas.
Sumber Kromium dalam Makanan
Kromium terdapat di berbagai makanan seperti kacang hijau, apel (dengan kulitnya), pisang, daging sapi, ayam, telur, jus anggur, bawang putih, basil, ubi jalar, kalkun, dan produk gandum.
Kandungan kromium dari makanan umumnya aman dikonsumsi, sementara pola makan tinggi gula sederhana justru dapat menurunkan penyerapan kromium. Vitamin C dan niasin dapat meningkatkan penyerapan mineral ini di usus.
Suplemen Kromium
Suplemen kromium hadir dalam berbagai bentuk, seperti kromium pikolinat dan kromium nikotinat.
Pemilihan jenis suplemen sebaiknya disesuaikan kondisi kesehatan masing-masing dan dikonsultasikan dengan dokter. Ibu hamil, menyusui, atau orang dengan gangguan hati harus berhati-hati sebelum mengonsumsi suplemen ini.





