HealthLifestyle

Mineral Penting untuk Metabolisme dan Gula Darah, Bukan Obat Ajaib Diet

Selain diabetes, kromium juga dikaitkan dengan perbaikan gejala sindrom ovarium polikistik (PCOS), seperti resistensi insulin dan kadar testosteron. Namun, efeknya terhadap kolesterol dan hormon lain belum signifikan.

Suplemen kromium juga sering dikaitkan dengan klaim penurunan berat badan. Studi ilmiah menunjukkan bahwa efeknya sangat kecil, hampir tidak berbeda dengan plasebo.

Beberapa penelitian menyebut kromium mungkin membantu menjaga massa otot selama diet, yang bisa bermanfaat bagi orang dengan obesitas.

Sumber Kromium dalam Makanan

BACA JUGA  Menkes Ajukan Tambahan Anggaran Rp 529 Miliar untuk Rehabilitasi Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Sumatra

Kromium terdapat di berbagai makanan seperti kacang hijau, apel (dengan kulitnya), pisang, daging sapi, ayam, telur, jus anggur, bawang putih, basil, ubi jalar, kalkun, dan produk gandum.

Kandungan kromium dari makanan umumnya aman dikonsumsi, sementara pola makan tinggi gula sederhana justru dapat menurunkan penyerapan kromium. Vitamin C dan niasin dapat meningkatkan penyerapan mineral ini di usus.

Suplemen Kromium

Suplemen kromium hadir dalam berbagai bentuk, seperti kromium pikolinat dan kromium nikotinat.

Pemilihan jenis suplemen sebaiknya disesuaikan kondisi kesehatan masing-masing dan dikonsultasikan dengan dokter. Ibu hamil, menyusui, atau orang dengan gangguan hati harus berhati-hati sebelum mengonsumsi suplemen ini.

BACA JUGA  Indira Yusuf Ismail Serukan Kolaborasi dalam Penanganan Stunting di Makassar

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button