
Woolim berencana mengembangkan industri berbasis rumput laut, mulai dari produksi kemasan ramah lingkungan hingga pemanfaatan sebagai bahan baku pakan ikan dan udang untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan imunitas.
Model kolaborasi mengadopsi praktik di Korea Selatan, di mana universitas melaksanakan riset berbasis kebutuhan industri (demand-driven research) dengan dukungan pendanaan dan skema co-funding dari mitra perusahaan.
Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis Unhas, Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil., menegaskan bahwa kerja sama ini dirancang sebagai model kolaborasi akademik yang terstruktur dan berorientasi pada luaran terukur.
“Kami tidak hanya berbicara tentang kerja sama riset dalam arti sempit, tetapi tentang membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi. Universitas berperan sebagai _knowledge producer_, sementara industri menjadi knowledge user sekaligus mitra strategis dalam proses hilirisasi,” tegasnya.
Hasil riset selanjutnya diarahkan pada tahapan hilirisasi melalui pengembangan prototipe, uji coba skala pilot, hingga komersialisasi produk oleh industri.





