
Pada tahap awal, kolaborasi juga direncanakan melibatkan mitra akademik dari Korea, yakni Pukyong National University.
“Setiap tahapan riset akan dilaksanakan melalui metodologi yang terukur dan terdokumentasi secara akademik. Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memperkaya khazanah keilmuan dan publikasi bereputasi,” jelas Prof. Adi.
CEO Woolim Co., Ltd., Mrs. Woojung Yun, dalam sambutannya menegaskan komitmen perusahaan untuk membangun kolaborasi riset jangka panjang bersama Unhas yang berorientasi pada pengembangan industri berbasis ekonomi biru.
“Fokus kami adalah mengembangkan produk turunan rumput laut yang memiliki nilai tambah tinggi, termasuk kemaran ramah lingkungan dan bahan baku pakan perikanan yang dapat meningkatkan kualitas nutrisi serta imunitas,” ujar Mrs. Woojung Yun.
Lebih lanjut, Mrs. Woojung Yun menyampaikan bahwa Woolim akan mengupayakan dukungan pendanaan riset, termasuk peluang hibah dari pemerintah Korea Selatan.
“Kami akan menjajaki berbagai skema pembiayaan untuk memastikan keberlanjutan proyek ini dan membuka peluang pengujian lanjutan di Korea apabila diperlukan,” tambahnya.





