Lifestyle

Hindari 3 Lauk Ini Saat Makan Nasi, Bisa Picu Lonjakan Gula Darah dan Risiko Penyakit

SOLUSIMEDIA.ID — Nasi merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Rasanya belum lengkap jika belum menyantap nasi, terutama setelah seharian beraktivitas.

Namun, pemilihan lauk pendamping nasi sebaiknya tidak dilakukan sembarangan karena dapat berdampak pada kesehatan.

Berikut beberapa jenis makanan yang kurang disarankan menjadi lauk nasi jika dikonsumsi berlebihan:

  1. Gorengan

Gorengan mengandung lemak jenuh tinggi yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh. Jika dikonsumsi terlalu sering, kebiasaan ini berisiko meningkatkan peluang terkena penyakit jantung.

Selain itu, sebagian besar gorengan menggunakan tepung terigu sebagai bahan pelapis. Artinya, saat makan nasi dengan gorengan, asupan karbohidrat menjadi berlipat ganda.

Kombinasi ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat dan meningkatkan risiko gangguan metabolisme, termasuk diabetes, bila dikonsumsi terus-menerus.

  1. Daging Merah

Perpaduan nasi putih dan daging merah memang populer, namun konsumsi berlebihan dan berulang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan. Nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

BACA JUGA  BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Makassar dan Sulawesi Selatan, Periode 3–12 Januari 2026

Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi daging merah dan daging olahan dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit tertentu, termasuk kanker usus.

Sebuah studi di Inggris yang melibatkan lebih dari 32 ribu perempuan selama 17 tahun menemukan bahwa konsumsi daging merah dan olahan berkaitan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih tinggi dibandingkan konsumsi daging ayam atau seafood.

Untuk menyeimbangkan menu, sebaiknya tambahkan sayuran tinggi serat agar membantu memperlambat penyerapan gula dan mendukung kesehatan pencernaan.

  1. Mi Instan

Mengonsumsi nasi bersama mi instan berarti menggabungkan dua sumber karbohidrat olahan dalam satu waktu. Mi instan sendiri terbuat dari tepung olahan yang dominan mengandung karbohidrat.

BACA JUGA  Studi Ungkap Risiko Kanker Akibat Konsumsi Vitamin Berlebihan

Menurut sejumlah ahli gizi, kebiasaan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat karena tubuh menerima asupan karbohidrat berlebih sekaligus.

Selain itu, pola makan seperti ini cenderung miskin zat gizi lain seperti protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat yang juga dibutuhkan tubuh.

Tak hanya mi instan, kombinasi nasi dengan sumber karbohidrat lain seperti kentang, ubi, atau jagung juga sebaiknya dibatasi agar asupan tetap seimbang.

Pilih Lauk yang Lebih Sehat

Agar tetap sehat, kombinasikan nasi dengan lauk tinggi protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, atau tempe, serta perbanyak sayuran.

Pola makan seimbang akan membantu menjaga kadar gula darah, kolesterol, dan berat badan tetap terkendali.

Mengatur porsi dan variasi makanan menjadi kunci agar nasi tetap bisa dinikmati tanpa meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button