
Sementara itu, Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa selama ini fasilitas Clinical Research Unit masih didominasi oleh institusi di Pulau Jawa.
Saat ini terdapat sekitar lima CRU yang beroperasi di wilayah tersebut. Kehadiran CRU di Unhas menjadi bukti bahwa kawasan timur Indonesia, khususnya Makassar, juga memiliki kapasitas dan potensi untuk mengembangkan riset klinis bertaraf nasional.
“Hari ini menjadi pembuktian bahwa Makassar, khususnya Unhas, juga mampu memiliki fasilitas penelitian klinis seperti ini. Ini merupakan awal yang sangat baik,” ujar Taruna Ikrar.
Ia menambahkan, selama ini banyak kegiatan riset klinis berpusat di kampus-kampus di Pulau Jawa.
Dengan hadirnya CRU di Unhas, diharapkan riset klinis di kawasan timur Indonesia dapat berkembang lebih pesat, termasuk mendorong lahirnya berbagai produk obat baru melalui penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Unhas.
Lebih lanjut, BPOM juga mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri farmasi melalui kerja sama yang berkelanjutan.
“Kami bersama industri akan menjalin kolaborasi melalui penandatanganan nota kesepahaman. Ini menjadi awal yang baik untuk mendorong pengembangan riset klinis dan inovasi produk kesehatan di Indonesia,” tambahnya.





